Mabes Polri bekerjasama dengan Interpol menggerebek sebuah rumah di Jalan Pulau Panjang VIII Blok C 15 No 8, Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat. Petugas mengamankan 38 WNA sindikat kejahatan cyber internasional.
Sindikat itu menggunakan modus dengan mengaku sebagai aparat hukum dari negara calon korban mereka.
"Mereka bisa mengaku sebagai petugas pajak, atau polisi," ujar Kanit 1 Subdit 3 Direktorat Tindak Pidana Umum Mabes Polri, AKBP Susilowadi, di lokasi, Kamis (6/12)
Susilowadi menjelaskan, korban yang disasar oleh sindikat itu adalah pelaku pencucian uang, narkoba, serta perdagangan manusia. Pelaku mengaku telah mengawasi jalur rekening korban.
"Kepada korban, mereka meminta transfer uang," imbuhnya.
Meski 38 WNA yang diamankan tersebut mengaku dari China dan Taiwan, polisi belum bisa memastikan asal negara mereka.
"Mereka tidak mau mengatakan di mana mereka menyimpan paspornya," katanya.
Selain di Indonesia, penggerebekan yang dilakukan Interpol tersebut juga dilakukan serentak di tiga negara lain, yakni Thailand, Taiwan, Vietnam.
Minggu, 12 Mei 2013
Sindikat Kejahatan Cyber Internasional
Jumat, 10 Mei 2013
Kejahatan kartu kredit yang dilakukan lewat transaksi online
Polda DI Yogyakarta menangkap lima carder
dan mengamankan barang bukti bernilai puluhan juta, yang didapat dari
merchant luar negeri. Begitu juga dengan yang dilakukan mahasiswa sebuah
perguruan tinggi di Bandung, Buy alias Sam. Akibat perbuatannya selama
setahun, beberapa pihak di Jerman dirugikan sebesar 15.000 DM (sekitar
Rp 70 juta).
Para carder beberapa waktu lalu juga
menyadap data kartu kredit dari dua outlet pusat perbelanjaan yang cukup
terkenal. Caranya, saat kasir menggesek kartu pada waktu pembayaran,
pada saat data berjalan ke bank-bank tertentu itulah data dicuri.
Akibatnya, banyak laporan pemegang kartu kredit yang mendapatkan tagihan
terhadap transaksi yang tidak pernah dilakukannya.
Modus kejahatan ini adalah penyalahgunaan
kartu kredit oleh orang yang tidak berhak. Motif kegiatan dari kasus
ini termasuk ke dalam cybercrime sebagai tindakan murni
kejahatan. Hal ini dikarenakan si penyerang dengan sengaja menggunakan
kartu kredit milik orang lain. Kasus cybercrime ini merupakan jenis carding. Sasaran dari kasus ini termasuk ke dalam jenis cybercrime menyerang hak milik (against property). Sasaran dari kasus kejahatan ini adalah cybercrime menyerang pribadi (against person).
Beberapa solusi untuk mencegah kasus di atas adalah:
- Perlu adanya cyberlaw: Cybercrime belum sepenuhnya terakomodasi dalam peraturan / Undang-undang yang ada, penting adanya perangkat hukum khusus mengingat karakter dari cybercrime ini berbeda dari kejahatan konvensional.
- Perlunya Dukungan Lembaga Khusus: Lembaga ini diperlukan untuk memberikan informasi tentang cybercrime, melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat, serta melakukan riset-riset khusus dalam penanggulangan cybercrime.
- Penggunaan enkripsi untuk meningkatkan keamanan. Penggunaan enkripsi yaitu dengan mengubah data-data yang dikirimkan sehingga tidak mudah disadap (plaintext diubah menjadi chipertext). Untuk meningkatkan keamanan authentication (pengunaan user_id dan password), penggunaan enkripsi dilakukan pada tingkat socket.
1. Pasal 362 KUHP yang dikenakan untuk kasus carding dimana pelaku mencuri nomor kartu kredit milik orang lain walaupun tidak secara fisik karena hanya nomor kartunya saja yang diambil dengan menggunakan software card generator di Internet untuk melakukan transaksi di e-commerce. Setelah dilakukan transaksi dan barang dikirimkan, kemudian penjual yang ingin mencairkan uangnya di bank ternyata ditolak karena pemilik kartu bukanlah orang yang melakukan transaksi.
Senin, 06 Mei 2013
Arti Sahabat
Berbicara tentang sahabat mungkin bagi saya pribadi adalah sebuah keluarga kedua bagi saya dikarenakan seorang sahabat adalah sebuah pelabuhan dimana kita sedang mengalami kesusahan maupun tempat berbagi.
Persahabatan adalah sebuah Hal yang sangat penting dalam kehidupan kita selain keluarga kita, karena sahabatan adalah seseorang yang dalam hal tujuan dan persepsi mungkin agak mirip dengan kita, maka bahagialah mereka yang sampai saat ini mempunyai seorang sahabat.
Langganan:
Postingan (Atom)

