Senin, 18 Februari 2013

Permasalahan BBM PT KAI


PT Kereta Api Indonesia Persero mendapatkan bahan bakar minyak bersubsidi untuk operasional kereta barang. Pemberian subsidi diyakini menurunkan biaya logistik perdagangan dalam negeri.

"Stimulus ini harus dilakukan sebagai rangsangan dan bisa mengurangi beban jalan raya," ujarnya di kantor Kementrian Perekonomian, Senin, 28 November 2011.

Hatta mengatakan banyak keuntungan yang akan didapat pemerintah bila subsidi BBM diberikan pada PT Kereta Api. Salah satunya tarif kereta api lebih kompetetif. "Sepanjang pemerintah masih berikan subsidi, jangan didiskriminatif. Karena di Amerika Serikat, subsidi untuk kereta diberikan."

Pemerintah, Hatta mejelaskan, belum memutuskan alokasi dan kuota BBM yang akan diberikan jika PT KA mendapatkan BBM bersubsidi. "Angkutan kereta api barang akan diberikan. Toh cuma Rp 150 miliar," katanya. Namun, kata dia, pemerintah tetap akan menekan jumlah subsidi BBM juta agar subsidi BBM ber subsisdi tidak bengkak.
Dengan adanya pengalihan beban jalan raya ke kereta api, pemerintah berharap biaya logistik dalam negeri yang saat ini mencapai 14,5 persen bisa ditekan secara bertahap. Paling tidak biaya logistik bisa mencapai 10 persen dengan perbaikan aturan, bongkar muat di pelabuhan, dan percepatan pembangunan rel ganda serta konektivitas antarwilayah. "Kalau 4 sampai 5 persen seperti di Singapura masih perlu waktu," kata Hatta.

Namun, menurut Kepala Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro, Kementerian Keuangan belum memutuskan PT KA mendapatkan jatah BBM untuk angkutan barang. Pemerintah saat ini masih menyiapkan Peraturan Presiden. ”Tunggu bunyi peraturan presidennya dulu,” ujarnya Sabtu lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar